Kamis, 07 Januari 2010

TAZKIYAH AS-SYAIKH BIN BAZ ROHIMAHULLAH UNTUK PARA ULAMA DAN DU'AT

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Dari Abdul Azis Bin Baz kepada yang mulia/ –waffaqohulloh lima yuhibbu wa yardhohu-

Salamun ‘alaikum waruhmatullohi wabarokatuh

Wa Ba’du…

Telah sampai kepada kami surat anda yang mempertanyakan dan meminta kami mendengar rekaman kaset, khutbah, ceramah dan buku para da’i dan ulama seperti: Syaikh 'Aidh al-Qorny, Syaikh Salman al-Audah, Syaikh Nashir Umar, Syaikh Safar al-Hawaly, dan Syaikh Abdul Wahhab al-Thurairy, apakah mereka adalah ahlul bid’ah atau dari kelompok yang menyimpang?, dan apakah mereka bukan termasuk Salafiyyun bahkan mereka adalah Khawarij? Serta apakah hukum orang yang menggibahi mereka? Semoga telah sampai pada anda dengan petunjuk-Nya.

Dan jawabannya adalah: Kaset-kaset rekaman mereka bermanfaat. Mereka bukanlah Ahlul Bid'ah dan Khawarij serta tidak boleh mengghibahi mereka. Disamping itu wajib bagi kita untuk menunjukkan adab pada mereka sebagaimana sikap kita pada para ulama Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Tidak ada diantara mereka yang ma’shum (terbebas dari kesalahan) sebagaimana ulama-ulama yang lain. Bahkan setiap manusia bisa benar dan bisa salah. Hendaknya kita mengambil perkataan mereka yang sesuai dengan kebenaran dan kita meninggalkan jika tidak sesuai dengan al-haq serta berusaha memberi udzur dan alasan bagi mereka . Telah shahih hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Setiap anak cucu Adam pasti berbuat dosa dan sebaik-baik orang berdosa adalah yang bertaubah dari dosanya".

Juga hadits beliau yang shohih: “Jika seorang hakim berijtihad dan benar dalam ijtihadnya, maka baginya dua pahala dan jika ia salah maka ia mendapatkan satu pahala”. Demikian pula dengan para ulama yang lain, jika benar mereka mendapat dua pahala dan jika keliru maka mereka mendapat satu pahala, hal ini jika ia termasuk ulama dalam syari’at Allah serta ikhlas dalam beramal. Semoga Allah memberi kita taufiq pada apa yang diridhai dan dicintai-Nya dan menjaga hamba-hamba-Nya dari fitnah-fitnah yang menyesatkan, sesungguhnya Ia maha Mendengar dan Dekat.

Wassalamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Mufti Kerajaan Saudi Arabiyah dan Ketua Hai'ah Kibarul Ulama dan Idarah Buhuts al-Ilmiah wa al-Ifta'.

(nama dengan stempel)




Fatwa Syaikh Bin Baz


print halaman ini
Langganan Posting Via Email

Masukkan Alamat Email Anda :

Artikel Terkait



Comments :

6 komentar to “TAZKIYAH AS-SYAIKH BIN BAZ ROHIMAHULLAH UNTUK PARA ULAMA DAN DU'AT”

fatwa di atas kembali mempertegas bagaimana seharusnya sikap kita kepada para ulama dan du'at yang selama ini selalu di rusak kehormatannya dan disebut-sebut kejelekannya (lebih tepat disebut fitnah kali ye) oleh sebagian penuntut ilmu yang merasa paling salafy,paling ahlussunnah ,paling benar dan sudah mengkapling surga.Namun ana kurang yakin klo saudara-saudara kita tersebut mau dengan lapang dada ruju' kepada fatwa ini dan fatwa semisal, paling-paling sifat dasar mereka yang sdah begitu melekat dan menjadi trade mark mereka yaitu tidak mau dikalah dan jaim (jaga image)yang kembali muncul. Paling-paling hujjah mereka " Fatwa ini sudah dimansukh", "keotentikannya di ragukan" atau jangan-jangan mereka brani menanggapinya dengan mengatakan" Fatwa ini adalah fatwa terjelek yang pernah dikeluarkan oleh Syeikh bin Baz karena mentazkiyah ahlu bid'ah" sebagaimana yang mereka katakan berkaitan dengan buku Al Allamah Syeikh Bakr Abu Zaid rahimahullah "Tashnif An Nas Baena Dzhon wal yaqin".Wallahu musta'an

Anonim mengatakan...
on 

Masyaallah, mudah-mudahan fatwa ini membuka mata hati kita semua, amiin.

Raihanah mengatakan...
on 

saya semakin menyadari bahwa betapa para ulama sangat lapang dalam melihat saudara2nya yang lain. mereka dianugrahi kelapangan dalam menghormati yang lainnya karena kedalaman ilmunya dan ketajaman bashirahnya. adapun kita? kadang terlalu sudah merasa menjadi ulama sehingga dengan kedangkalan ilmu kita lalu menyesatkan orang lain sebatas apa yang kita tahu, padahal boleh jadi hujjah belum sampai kpd kita tetapi fitnah "tertipu" sudah menancap samar2 dlm hati kita wallahul mustaan sehingga agak sulit untuk menyadarinya. mungkin inilah akibat dari tidak adanya kebertahapan dalam ilmu karena sebagian pelajar ilmu syari dengan modal semangat setelah baru mengenal manhaj salaf mereka langsung memfokuskan diri untuk lebih mendalami dan mengkaji perkara2 jarh watta'dil shg dgn sempitnya pemahaman yg dimiliki seolah2 melahirlah "disiplin ilmu baru" dari mereka yaitu ilmu jahr bi LA ta'dil atau ilmu "Tahdzir wal Hajr" kepada pengekor bid'ah dan hawa nafsu. subhanallah.... smg Allah menganugrahi kita kefaqihan dlm addin....

abu abdirrahman abdillah al duriy al atsari mengatakan...
on 

Telah nyata kebenaran atas kebathilan, mudah2an mereka yang sudah terlanjur banyak menjatuhkan kehormatan ulama dan du'at untuk istigfar dan bertaubat serta kembali mengambil jalan "pertengahan" yang lebih baik.

Andi

Anonim mengatakan...
on 

inilah insyaallah fatwa yg kan menyingkap kelamnya gulita perselisihan antara du'at hari ini, memutus mata rantai dengki yg membelenggu bashirah mereka, memberikan cahaya furqan (pembeda) yg kan menerangi jiwa2nya, lalu dengan penuh keikhlasan menyadari kekeliruan dan kekhilafan yg telah lama menjadi sumber malapetaka terjadinya perpecahan di tubuh ummat ini....ya petaka itu sejatinya bernama "tahriyss" yg di isyaratkan oleh Rasulullah - sallallahu alaihi wasallam -dalam sabdanya yg di riwayatkan oleh Imam Muslim dlm sahihnya dari sahabat Jabir bin Abdillah - radhiyallahu anhu- :
إن الشيطان قد أيس أن يعبده المصلون في جزيرة العرب . ولكن في التحريش بينهم
sungguh syetan telah putus asa untuk di sembah oleh ahli ibadah (shalat) di jazirah arab ini, akan tetapi (ia belum putus asa) melakukan "at tahriyss" perselisihan diantara mereka.

saat ini setelah berlalunya 3 qurun mufaddhalah ribuan tahun lamanya, setelah ulama2 rabbaniun satu persatu diangkat keharibaan Ar-Rahman, kearifan menjelma menjadi kejahilan, qanaah bertukar loba&serakah, dengki dan iri menyelimuti setiap hati,dakwah dan taushiyah bersulam cacimaki menyakiti, ukhuwahpun menjadi tak berarti lagi, perbedaan dan perpecahan hanya sebatas disesali dan ditangisi lalu setelah itu diulangi kembali...bahkan lebih tragis mengiris ngiris sanubari.
duhai betapa nyata sesungguhnya perangkap itu telah memasung sendi-sendi nurani, mengebiri 'izzah kemuliaan generasi ini, izzah yg telah lama kehadirannya di nanti2, dan hanya menjadi penghias tidur para du'at dlm mimpi...adakah kita telah menyadari ini???? lalu bergegas bangkit menyelamatkan diri??? keluar dari pusaran perangkap tahrissy syethani???? jawablah dengan kejujuran hati nurani...........

abu khair mengatakan...
on 

wah kalo yg sejelas ini masi di bantah juga.....kira2 hati itu sudah sekeras apa ya?????

Abu Khair mengatakan...
on 

Posting Komentar

" Afwan, Kami hanya menampilkan komentar yang ilmiah dan kritikan yang membangun "

Next previous home